Skip to main content

Breaking News

[tdnewsticker][label=recent][posts=5]

Respons PSI Usai PDIP Bilang Sudah Lupa Sosok Jokowi: Nyatanya Terus Disebut!

Respons PSI Usai PDIP Bilang Sudah Lupa Sosok Jokowi: Nyatanya Terus Disebut!

Grintanews- Ketua DPP PSI, Bestari Barus, merespons pernyataan Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, yang mengklaim partainya sudah melupakan Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi). Bestari menyebutkan bahwa nama Jokowi masih menjadi topik pembicaraan.

"Alhamdulillah, jika mereka sudah lupa, berarti tidak ingat sama sekali, tetapi mereka tetap saja membahasnya," ungkap Bestari kepada wartawan pada Senin, 15 Juni 2026.

Bestari menegaskan bahwa PDIP belum melupakan Jokowi. Ia mengingatkan bahwa kemenangan Jokowi dalam pemilu bukan karena kontribusi PDIP, tetapi berkat dukungan rakyat.

"Belum melupakan itu, masih belum bisa move on, kan? Jadi, kami merasa prihatin dengan perasaan yang dirasakan PDIP setelah kepergian Pak Jokowi ke partai kami," jelas Bestari.

"Jika berbicara tentang konstitusi PDIP, seharusnya tidak ada kewajiban bagi Presiden untuk mengikuti, jika itu bertentangan dengan tugasnya sebagai pelayan rakyat. Dia bukanlah pelayan partai, apalagi hanya sekedar petugas partai. Dan harus diingat, yang menjadikan Pak Jokowi menang bukanlah PDIP sendiri, melainkan rakyat," sambungnya.

Ia menegaskan bahwa presiden merupakan pelayan masyarakat, bukan partai politik. Bestari menyatakan rasa senangnya Jokowi kini tidak lagi bersama PDIP.

"Presiden adalah pelayan rakyat, jadi masyarakat Indonesia sangat bersyukur dan kami merasa bahagia. Semakin cepat Pak Jokowi bergabung dengan kami, semakin cepat rakyat akan mendapatkan sosok yang mereka cintai kembali, menurut saya demikian. Tanpa perlu merasa tertekan atau dikuasai oleh partai-partai semacam itu," tambahnya.

Sementara itu, Hugo menyatakan bahwa dalam lingkungan PDIP, mereka sudah melupakan Jokowi. Namun, munculnya isu mengenai ijazah palsu yang dituduhkan kepada Jokowi membuat partainya kembali teringat pada Presiden ke-7 RI.

Ia mengungkapkan hal tersebut saat menanggapi pernyataan PSI yang mengatakan bahwa PDIP merasa sakit hati setelah kepergian Jokowi.

"Di PDI Perjuangan kami sudah melupakan. Tapi karena masalah ijazah palsu ini, jadi orang ini kembali muncul. Algoritma ijazah mengingatkan kita pada nama ini," ucapnya.

Menurut Hugo, hal yang paling diingat dari Jokowi hanya berkaitan dengan isu ijazah palsu. "Yang teringat justru hanya isu ijazah palsu karena banyak dibahas di media dan hingga kini belum ada penyelesaian," jelasnya.

Posting Komentar

0 Komentar