Skip to main content

Breaking News

[tdnewsticker][label=recent][posts=5]

‎Mahasiswa Kudus Tagih Janji dan Evaluasi MBG

‎Mahasiswa Kudus Tagih Janji dan Evaluasi MBG

GRINTANEWS– Aliansi Mahasiswa Bergerak (AMB) bersama sejumlah organisasi mahasiswa di Kabupaten Kudus menegaskan komitmennya untuk terus mengawal hasil dialog yang telah dilakukan dengan Pemerintah Kabupaten Kudus. Pengawalan tersebut akan difokuskan pada pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan KDMP yang direncanakan berjalan dalam dua bulan ke depan.

‎Ketua BEM UMK, Nur Rahmah Tanaya, mengatakan mahasiswa tidak ingin aspirasi yang telah disampaikan berhenti sebatas forum diskusi. Menurutnya, mahasiswa akan memantau secara langsung realisasi kebijakan yang dijanjikan pemerintah daerah, terutama terkait perbaikan tata kelola program MBG yang belakangan menjadi sorotan publik.

‎"Kami akan terus mengawal kesepakatan yang sudah disampaikan. Dalam dua bulan ke depan kami ingin melihat apakah ada hasil nyata dari evaluasi dan kebijakan yang dijanjikan pemerintah," ujarnya.

‎Selain menyoroti program pemerintah, mahasiswa juga menyampaikan kekecewaan terhadap minimnya dukungan pemerintah daerah terhadap berbagai kegiatan pengabdian yang dilakukan mahasiswa. Mereka menilai mahasiswa telah berkontribusi melalui riset, inovasi, pendampingan masyarakat, hingga berbagai aksi sosial yang bertujuan membantu pembangunan daerah.

‎"Mahasiswa tidak hanya datang untuk mengkritik. Kami turun langsung ke masyarakat, melakukan penelitian, pendampingan, dan berbagai kegiatan yang bertujuan membantu pembangunan Kudus," kata Nur Rahmah.

‎Kekecewaan lainnya ditujukan pada ketidakhadiran Wakil Bupati Kudus, Belinda Birton, dalam dialog terbuka yang berlangsung sejak sore hingga malam hari. Mahasiswa menilai kehadiran wakil bupati penting mengingat posisinya sebagai wakil kepala daerah, wakil rakyat, sekaligus Ketua Satgas SPPJK Kabupaten Kudus.

‎Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa juga mengkritisi pelaksanaan program MBG yang dinilai berjalan terlalu cepat tanpa persiapan yang matang. Mereka menyoroti persoalan transparansi pengelolaan program, kualitas pelaksanaan di lapangan, hingga munculnya kasus keracunan yang sempat terjadi di Kudus.

‎"Kalau sistemnya tidak matang, dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Kasus keracunan yang terjadi menjadi bukti bahwa program ini perlu evaluasi menyeluruh dan langkah mitigasi yang jelas," tegasnya.

‎Mahasiswa juga menuntut klarifikasi dari anggota Komisi C DPRD Kudus dari Fraksi PAN, Rohim Sutopo, terkait unggahan di media sosial yang dinilai merendahkan mahasiswa. Dalam unggahan tersebut, mahasiswa mengaku disebut hanya pandai berbicara, mengkritik, dan bergantung kepada orang tua.

‎Mahasiswa menilai pernyataan tersebut tidak mencerminkan kondisi yang sebenarnya. Mereka menegaskan selama ini berbagai organisasi kemahasiswaan aktif menjalankan aksi sosial, pemberdayaan masyarakat, hingga kegiatan lingkungan seperti pembersihan Kali Gelis.

‎"Kami menunggu klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka. Mahasiswa telah menunjukkan kerja nyata di lapangan, bukan sekadar omongan," ujar Nur Rahmah.

‎Aksi dialog terbuka tersebut diikuti lebih dari 300 mahasiswa yang tergabung dalam AMB Universitas Muria Kudus, HMI Cabang Kudus, dan GMNI Cabang Kudus.

‎Sementara itu, Bupati Kudus Sam'ani Intakoris menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan dialog yang berlangsung aman dan kondusif. Menurutnya, seluruh aspirasi mahasiswa akan dibahas bersama unsur Forkopimda untuk ditindaklanjuti.

‎"Kami mengapresiasi penyampaian aspirasi yang berjalan tertib dan konstruktif. Semua masukan akan kami evaluasi bersama Forkopimda," kata Sam'ani.

‎Ia menambahkan, pemerintah daerah akan segera menyusun surat resmi kepada pemerintah pusat yang memuat berbagai aspirasi mahasiswa sebagai bahan pertimbangan dalam penyempurnaan kebijakan.

‎"Dalam waktu dekat kami akan menyampaikan aspirasi yang berkembang melalui surat resmi kepada pemerintah pusat agar menjadi perhatian bersama," pungkasnya.

Posting Komentar

0 Komentar